Abstract


Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola kadar glukosa darah penderita diabetes melitus adalah dengan pemberian rebusan jahe sebagai terapi tambahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat jahe dalam membantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus, serta menerapkan intervensi sederhana berbasis herbal. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai diabetes melitus dan pengelolaannya, demonstrasi cara pembuatan rebusan jahe, serta pemberian rebusan jahe kepada dua responden berusia 40–70 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Rebusan jahe diberikan setiap hari pada pukul 17.00 selama lima hari, disertai dengan edukasi tentang diet rendah glukosa dan pengaturan pola makan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua responden setelah intervensi. Diharapkan, pemberian rebusan jahe yang diimbangi dengan diet rendah glukosa dan pengaturan pola makan dapat menjadi alternatif tambahan dalam membantu pengelolaan diabetes melitus di masyarakat.