Abstract


Masa bayi dan balita, bahkan sejak dalam kandungan, merupakan periode emas dalam kehidupan manusia. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan anak harus dipantau secara optimal, sebab gangguan yang terjadi sulit diperbaiki di kemudian hari. Penimbangan balita setiap bulan merupakan langkah penting untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin adanya penyimpangan. Namun, saat ini partisipasi ibu dalam memonitoring pertumbuhan anak mengalami penurunan. Berdasarkan data, terdapat 923 balita yang terdiri dari 426 laki-laki dan 497 perempuan, sementara jumlah balita yang ditimbang hanya 910 anak (405 laki-laki dan 505 perempuan). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita serta pentingnya pemantauan berat badan balita secara rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan kepada para ibu di wilayah sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tergolong baik, di mana lebih dari setengah responden (57,8%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 61,11% responden memiliki balita dengan pertumbuhan berat badan yang sesuai dengan standar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keaktifan ibu dalam memantau tumbuh kembang balita secara berkelanjutan.